Saat sahabat ingin membeli rumah bekas memang harus sahabat fikirkan betul-betul, karena membeli rumah bekas tidak semudah yang sahabat fikirkan. Kali ini RikaRich.id akan berbagi tips membeli rumah bekas yang bikin sahabat tambah untung!

Kalua kita lihat sekilas, memang membeli rumah bekas tidak jauh beda dengan membeli rumah baru. Namun, sahabat harus benar-benar mempertimbangkan rumah yang sahabat akan beli agar sahabat untung bertubi-tubi.

Tanpa berlama-lama yuk mari kita simak tips berikut ini!

Tips Yang Pertama Sahabat Harus Memperhatikan Angaran Rumah

Saat sahabat ingin membeli rumah sahabat harus tahu kondisi keuangan sahabat, seperti sumber-sumber keuangan sahabat ataupun tanggunan-tanggungan yang harus sahabat selesaikan.
Karena, selain sahabat membutuhkan dana untuk membeli rumah sahabat harus memperhatikan dana untuk perbaikan rumah yang dibeli jika rumah yang sahabat beli kurang sempurna atau membutuhkan perbaikan. Belum lagi beberapa biaya tambahan lainnya yang harus sahabat keluarkan.

Tips Yang Kedua Sahabat Harus Memperhatikan Kelengkapan Dokumen

Jika Sahabat berencana ingin membeli rumah mengunakan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dari bank, sahabat harus pastikan rumah tersebut harus memiliki dokumen-dokumen rumah seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Selain sahabat harus memastikan dokumennya lengkap, sahabat juga harus mengecek dokumennya bermasalah atau tidak. Biasanya pengecekan akan dilakukan di kantor pertanahan dimana sahabat membeli rumah. Jika sahabat menemukan dokumen rumah yang tidak sesuai seperti nama yang tertera pada SHM dengan KTP pemilik berbeda, sahabat harus segera menanyakannya.

Baca Juga : Tips Untuk Anda Yang Akan Membeli Rumah

Tiga, Cari Rumah Yang Ideal Untuk Sahabat

Pastinya sahabat ingin memiliki rumah yang nyaman untuk sahabat tempati. Walaupun memang membeli rumah bekas memiliki pilihan terbatas dibandingkan dengan membeli rumah baru. Palingtidak rumah yang sahabat beli memiliki beberapa kriteria yang sahabat inginkan. Misalnya, lokasi yang strategis, tidak jauh dari perkotaan, air bersih aman dan lain sabagainya.

Yang ke emapat, sahabat harus priksa kondisi rumah

Rumah bekas atau rumah yang pernah di tempati sesorang sebelumyna memang mempunyai kekurangan dibandigkan rumah baru. Ajaklah sesorang yang sahabat percaya untuk mengecek kondisi rumah yang sahabat akan beli, misalnya seperti kontraktor ataupun tukang.
Prikasa kondisi pondasi rumah, tembok, kamar tidur, kamar mandi, dapur dan detail rumah lainnya, apakah rumah aman untuk di huni dalam beberapa tahun kedepan.
Sahabat juga harus menanyakan berapasih usia dari rumah yang akan sahabat beli, agar sahabat bisa gunakan untuk pertimbangan membeli rumah. Jangan lupa juga prikasa sirkulasi udara rumah, apakah rumah mempunyai sirkulasi udara yang cukup.

Tips Yang Terakhir, Sahabat Harus Menghitung Biaya Ekstra Untuk Membeli Rumah

Selain biaya membeli rumah dan renovasi rumah, sahabat juga harus memikirkan beberapa biaya yang harus di keluarkan setelah sahabat membeli rumah bekas. Berikut biayanya:

Yang Pertama Biaya Pengecekan Sertifikat

Pengecekan rumah ini perlu atau wajib hukumya sahabat lakukan agar sahabat mengetahui catatan-catatan rumah yang akan sahabat beli seperti catatan blokir, sita atau catatan lainnya.

Sahabat dapat melakukan proses ini di kantor pertanahan stempat. Biasanya sahabat akan di kenakan biaya pengecekan sebesar Rp25 ribu hingga Rp100 ribu tergantung kebijakan dari kantor pertanahan setempat.

Yang Kedua, PPh atau Pajak Penghasilan

Sahabat harus membayarkan Pajak Penghasilan atau PPh sebelum akta jual beli ditandatangani. biasanya sahabat dapat melakukan ini di bank penerima pembayaran. Besarnya PPh yang harus sahabat bayar adalah 5% dari nilai transaksi.

Yang Ketiga, Bea Perolehan Hak Tanah Dan Bangunan (BPHTB)

Seperti halnya PPh, BPHTB juga harus sahabat bayarkan sebelum AJB ditandatangani.

 Yang Keempat , Akta Jual Beli (AJB)

Biasanya sahabat harus membayar Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sebesar 1% dari nilai transaksi yang sahabat lakukan.

Tapi harga ini tidak flat sehingga sahabat masih bisa melakukan tawar-menawar dengan PPAT.

Secara hukum, AJB dibuat jika sahabat telah menyelesaikan transaksi jual beli dengan membayar lunas pembayarannya. Dan PPAT berhak menolak jika transaksi belom lunas di bayarkan.

Yang Kelima, Biaya Balik Nama

Proses balik nama akan diajukan oleh PPAT dan biayanya harus sahabat tanggung. Biaya balik nama ini tidak flat biayanya tergantung luas tanah dan pajak, namun sahabat bisa mengirangira atau memprediksi dengan cara menghitung 1% dari harga jual.

Yang Keenam, Biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

PNBP harus sahabat bayarkan saat proses pengajuan balik nama. Jumlah PNBP yang harus dibayarkan adalah satu per seribu dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) ditambah Rp 50.000 (di tiap daerah bisa berbeda.