Membeli rumah bekas kadang lebih menguntungkan dibanding membeli rumah baru. Sahabat lebih mudah mengetahui perkembangan kawasan di sekitarnya yang sudah jadi. 

Sahabat juga akan mendapatkan luas tanah lebih besar jika membeli rumah second dibandingkan dengan membeli rumah baru. Selain itu, Andapun dibebaskan dari pajak pertambahan nilai (PPN). 

Walaupun begitu, membeli rumah bekas terasa gampang-gampang susah. Ibarat mencari pasangan hidup, mencari dan mendapatkan rumah second membutuhkan waktu yang cukup lama serta ketelitian dan kesabaran ekstra. Sahabat tidak punya banyak pilihan, baik jumlah unit maupun model rumah yang tersedia. 

Ada juga sejumlah pekerjaan ekstra yang harus dilakukan pascapembelian. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan, seperti apakah rumah yang kita incar telah memenuhi kriteria yang kita inginkan? Apakah tampilan luar rumah sungguh mewakili kondisi rumah tersebut secara keseluruhan? 

Agar tidak menyesal belakangan, simak tips dari RikaRich.com ini sebelum membeli rumah bekas: 

1. Beli rumah dari pemilik langsung 

Cara terbaik membeli rumah bekas adalah langsung dengan pemiliknya sendiri alias tanpa perantara. Sebab, Sahabat bisa memperoleh informasi secara detail tentang rumah yang hendak dibeli. Selain itu dengan membeli langsung, harganya akan lebih murah karena penjual tidak perlu memberi komisi kepada broker atau perantara. 

2. Pilih broker atau perantara yang tepat 

Jika Sahabat terpaksa membeli rumah melalui jasa broker, pilihlah broker yang bisa Sahabat percaya. Sahabat bisa meminta referensi broker properti dari relasi Sahabat. Jika tidak, sebaiknya gunakan jasa broker properti terkenal yang sudah memiliki kredibilitas baik. 

Broker akan sangat membantu saat proses pengurusan dokumen jual beli rumah, bahkan saat pengajuan KPR seandainya Sahabat berencana membeli rumah dengan cara mencicil ke bank. 

3. Tanyakan usia bangunan rumah 

Secara sederhana Sahabat bisa mengelompokkan usia bangunan rumah yaitu baru (kurang dari 10 tahun), sedang (10 s/d 20 tahun) dan tua (lebih dari 20 tahun). Jika pernah dilakukan renovasi, tanyakan kapan terakhir kali dilakukan renovasi. 

Tentunya ini bukan patokan baku, karenaakan sangat dipengaruhi kualitas bahan bangunan, tipe struktur, serta kualitas pengerjaan rumah tersebut. Yang jelas, semakin tua usia bangunan, performanya akan semakin menurun. Berarti Sahabat harus bersiap menganggarkan dana untuk merenovasi rumah tersebut. 

4. Lokasi 

Pertimbangkan hal-hal ini:
Transportasi dari lokasi rumah yang akan dibeli dengan tempat kerja atau usaha Tidak macet (kalau memungkinkan, karena kalau di Jabodetabek hampir semua tempat macet) Jika memungkinkan, cek lokasi rumah beberapa kali untuk pertimbangan waktu dan jarak tempuh. 

Periksa secara detail kondisi fisik rumah pada setiap bagian-bagiannya. Bila perlu, buat checklist agar lebih mudah saat melakukan pemeriksaan. Akan lebih baik jika Sahabat mengajak kontraktor untuk menilai kondisi rumah saat ini. Beberapa hal yang harus Sahabat perhatikan antara lain: 

Kondisi struktur rumah, Barangkali ada beberapa kondisi rumah yang retak-retak di pondasi, dinding, kolom, dan balok. 

Coba perhatikan barangkali ada flek-flek bekas rembesan air tanah. 

Perhatikan juga kondisi lantai apakah masih baik atau sudah mengalami penurunan atau retak-retak lantai? 

Periksalah barangkali ada bekas serangan rayap pada kusen, jendela, pintu, plafon, dan atap rumah. 

Pastikan bahwa struktur atap masih dalam kondisi baik. Lihatlah barangkali ada balok/gording yang keropos, atau ada kebocoran serius pada talang. 

Jangan lupa cek kondisi jarinagan PLN pad ahunian yang akan anda beli, masih baik atau sudah berantakan. Apakah kualitas airnya masih layak? Cek pula air apakah masih dalam kondisi baik atau tidak. Rasakan kondisi ruangan. Apakah segar, lembap, atau malah terasa gerah?

5. Cek lingkungan sekitar rumah 

Dapatkan informasi tentang kondisi lingkungan sekitar rumah, terutama jika rumah itu hendak Sahabat tempati bersama keluarga. Jangan sampai Sahabat kecewa karena ternyata lokasi rumah tersebut sulit diakses, rawan kejahatan, jauh dari sarana pendidikan, atau ternyata sering kebanjiran. 

6. Cek dokumen kelengkapan rumah 

Pastikan hunian yang anda beli memiliki keaslian sertifikat rumah (SHM), sertifikat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), bukti Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan kemudian lakukan cross check pada semua dokumen tersebut. 

Apabila ternyata nama yang tertera di situ tidak sama dengan nama penjual rumah, tanyakan status hubungannya. Bila katanya belum dilakukan proses balik nama, mintalah Akta Jual Beli yang sah atas rumah tersebut. 

Untuk rumah yang berstatus harta warisan, tanyakan berapa banyak ahli waris sahnya. Poin ini penting sekali buat Sahabat , demi menghindari masalah hukum yang tidak diinginkan di kemudian hari. 

fasilitas rumah

7. Cek harga 

Carilah informasi sebanyak mungkin tentang harga pasaran tanah dan rumah di sekitar lokasi rumah tersebut yang nantinya akan membatu untuk menentukan penawaran, sehingga Sahabat bisa melakukan penawaran dalam kisaran harga yang sewajarnya. Terlebih jika Sahabat berencana membeli rumah tersebut untuk kemudian menjualnya lagi. 

8. Luangkan waktu seminggu untuk mematangkan pilihan 

Luangkan waktu minimal tujuh hari, kecuali Sahabat sudah sangat mengenal wilayah rumah itu. Ini untuk lebih meyakinkan diri sebelum Sahabat mengajukan penawaran, karena bisa saja begitu Sahabat menawar harga, pemilik rumah langsung setuju. Ingat, pertimbangkan dengan matang karena Sahabat akan tinggal di situ selama mungkin 20-30 tahun ke depan. 

9. Pilih Notaris atau PPAT yang terpercaya 

Biasanya dalam transaksi pembelian rumah secara tunai, notaris atau PPAT dipilih dan dibayar sepenuhnya oleh pembeli. Untuk itu, Sahabat bisa meminta referensi dari saudara dan relasi Sahabat. 

Sebaiknya notaris dan PPAT orangnya sama. Sebaiknya, pilih notaris atau PPAT yang beroperasi di wilayah rumah tersebut. 

Pilih notaris yang berumur sekitar 40 tahun dan kelihatan bugar karena biasanya sudah berpengalaman, berhati-hati, dan cenderung lebih panjang umur. Umur panjang notaris bisa jadi penting untuk para ahli waris Sahabat sebagai bahan rujukan mereka bila Sahabat sudah wafat. 

Semoga tips membeli rumah second tersebut dapat membantu Sahabat dalam proses jual beli rumah, ya.